Resensi Bani Israel dalam Al-Qur’an, Studi Tafsir Ath-Thabari

Buku berjudul, “Bani Israel dalam Al-Qur’an, Studi Tafsir Ath-Thabari”, Mohammad Mualim. 2018. Lembaga Pendidikan Islam Madrasah Diniyah Manbaul Ulum Gondel.

H. Mohamad Mualim, Lc., MA beliau saat ini merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an Jakarta. Pengalaman beliau pernah menjadi dosen di STMIK Antar Bangsa, Ketua Jaringan Doa Nusantara Wisatahati, dan beliau merupakan lulusan S2 Jurusan Tafsir dan Ulumul Qur’an di Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.           

Berbicara Israiliyat dan Nashraniyyat, istilah tersebut muncul pada generasi tabi’in, ketika ketiga rujukan yaitu Al-Qur’an, Hadits, dan keterangan para sahabat, dimana mereka belum mendapatkan jawaban, maka mereka kemudian meneliti buku ahli kitab Yahudi dan Nashrani.

Penafsiran Al-Qur’an tidak bisa kemudian hanya mengandalkan logika, hal tersebut sangat berbahaya. Pada zaman Nabi SAW, para sahabat dapat bertanya langsung pada beliau. Setelah wafatnya beliau, para sahabat menggunakan pendekatan bahasa untuk menafsirkan Al-Qur’an. Ketika belum cukup, para sahabat menggunakan pendekatan ijtihad.

Buku ini menjelaskan mengenai Bani Israel yang memiliki keutamaan khusus, yang merupakan keturunan dari Nabi Ya’qub As. Penulis memaparkan mengenai Ayat-Ayat Al-Qur’an berkaitan dengan Bani Israel dan Yahudi. Sejarah Bani Israel yang diperbudak Fir’aun di Mesir, kemudian diselamatkan oleh Nabi Musa As., hingga terus hidup dibawah bimbingan para Nabi. Seperti Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As.

Penulis menjelaskan kalau ada begitu banyak Nabi yang diutus pada Bani Israel, yang berasal dari kalangan sendiri, tetapi di dalam Al-Qur’an dikisahkan kalau Bani Israel justru membunuh para Nabi tersebut. Sebutan terakhir dengan nama Bani Israel ialah pada masa Nabi Isa As., dimana mereka menolak kenabiannya. Setelah masa tersebut, Al-Qur’an tidak lagi menggunakan Bani Israel, tetapi Yahudi. Yahudi merupakan penganut ajaran Nabi Musa As., tetapi sayangnya ajaran tersebut dilakukan perubahan dan penyelewengan. Mereka mengubah redaksi Taurat, dengan redaksi lain yang tidak diperintahkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah meyebut kaum Nabi Musa dengan tiga nama yaitu, Bani Israel, Yahudi dan Ahlul Kitab. Bani Israel ialah mereka yang masih dalam satu akidah, sementara Yahudi ialah mereka yang dianggap telah keluar dari pengikut Musa dan membentuk agama baru yaitu Yahudi.

Penulis menceritakan kisah Nabi Musa, Nabi Yusuf, Nabi Daud, Nabi Sulaiman. Kemudian beliau menjelaskan profil dari Ath-Thabari, ulama yang menguasai beragam bidang ilmu termasuk ilmu tafsir, sebelum menjelaskan tafsir dari Bani Israel di dalam Al-Qur’an. Membaca buku ini menjadikan kita lebih memahami mengenai Bani Israel. Kisah mengenai mereka dapat dijadikan sebagai pelajaran, bahwa kesombongan mereka tidak ada artinya dihadapan Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *