Resensi Buku Muslimah Teladan Sepanjang Sejarah

Tim Ar-Rahman, Emir, 2016

Penerbit Emir merupakan imprint dari penerbit Erlangga yang memfokuskan diri di buku-buku Islami. Salah satu terbitannya yaitu buku ini membahas mengenai sejarah para tokoh wanita Islam, di antaranya yaitu para Istri dan Anak perempuan Nabi Muhammad SAW serta para tokoh wanita Islam lain. Hal ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai para wanita yang berjuang demi agama Islam. Bagaimana kemudian mereka mendapat tantangan, halangan untuk menegakkan dakwah.

Kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh para tokoh wanita Islam ini dapat menjadi teladan bagi kita sebagai pembaca. Para tokoh wanita tersebut diantaranya yaitu Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zam’ah bin Qois, Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan beragam tokoh wanita lainnya.

Seperti cerita mengenai respon Khadijah yang berperan sebagai penyembuh serta penguat hati Rasulullah SAW. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Khadijah menyampaikan pendapatnya kepada Rasulullah SAW bahwa Allah SWT tidak akan menghinakan suaminya dikarenakan sifat-sifat dan akhlak beliau yang mulia.” An-Nawawi berkata pula, “Sesungguhnya engkau tidak akan tertimpa keburukan, karena Allah SWT menciptakan akhlak mulia dan perangai yang baik di dalam dirimu.”

Kemudian cerita mengenai Aisyah RA yang difitnah, sampai pada sikap Nabi pun berubah kepadanya. Lalu turun Ayat Al-Qur’an yang membantah fitnah tersebut yaitu surah An-Nur ayat 11-14. Aisyah tidak berkeluh-kesah dan berputus asa terhadap kasih sayang Allah. Beliau terus-menerus bersabar atas musibah dan fitnah yang menerpanya. Beliau yakin bahwa Allah akan menghilangkan kezaliman ini.

Cerita Nabi yang memberikan perintah tanpa sepatah katapun. Yakni Ummu Salamah atau Hindun binti Abi Umayyah saat perjanjian Hudaibiyah. Dinyatakan dalam hadis bahwa Nabi menyuruh para sahabat untuk menyembelih hewan kurban dan bercukur. Tetapi tidak ada yang melaksanakannya, karena para sahabat kecewa dengan hasil perjanjian Hudaibiyah yang banyak merugikan kaum muslimin. Beliau mengulangi perintah itu sebanyak tiga kali. Tetapi tidak ada seorangpun yang memenuhi perintah beliau. Nabi kemudian mendatang istrinya yang saat itu ikut serta bersama beliau, yaitu Ummu Salamah dalam keadaan sedih dan kecewa. Nabi menceritakan apa yang diperintahkan kepada para sahabatnya. Ummu Salamah berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mau para sahabat menaati apa yang engkau perintahkan kepada mereka?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya.” Ummu Salamah berkata, “Keluarlah, temui mereka dan engkau jangan berbicara dengan seorang pun walau satu kalimat hingga kurbanmu disembelih dan memanggil tukang cukurmu lalu bercukur (tahallul).”

Rasulullah melaksanakan saran dari Ummu Salamah. Beliau kemudian berdiri dan keluar tanpa berbicara dengan seorangpun walau dengan satu kalimat hingga mereka melakukan apa yang diperintahkan, yaitu menyembelih kurban dan mencukur rambutnya. Ketika para sahabat melihat hal demikian, mereka berdiri dan ikut menyembelih kurban. Sebagian sahabat lain bercukur. Nabi mengetahui bahwa apa yang dikatakan Ummu Salamah benar. Para sahabat melihat sikap Rasulullah demikian segera melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Hampir saja mereka binasa karena menentang perintah Nabi. Tetapi Allah menyelamatkan mereka melalui kecerdasan Ummu Salamah. Sehingga perjanjian Hudaibiyah selalu dihubungkan dengan nama Ummu Salamah.

Meski penjelasan dalam buku ini terkesan kaku dikarenakan menjelaskan mengenai sejarah, tetapi tentunya hal ini tidak menjadi hambatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai kisah para tokoh wanita Islam. Mereka yang telah banyak berkorban demi menegakkan agama Islam. Tentunya buku ini cocok dibaca sebagai penambah wawasan kita mengenai sejarah para tokoh Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *