Resensi Etika Bisnis Islam

Resensi buku berjudul, “Etika Bisnis Islam”.

Sri Mulyono, 2021, CV. Alliv Renteng Mandiri

Buku ini ditulis oleh Sri Mulyono, beliau lulusan S1 Ekonomi Universitas Darma Persada dan S2 STIE Indonesia Banking School dengan jurusan yang relevan. Beliau saat ini merupakan Dosen Manajemen Bisnis Syariah Institut Daarul Qur’an Jakarta.

Etika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang baik dan buruk pada sikap maupun perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Etika memiliki peran penting dalam kehidupan sama halnya dengan bisnis, yang juga memerlukan etika di dalam pelaksanaannya. Tidak terlaksananya etika dalam bisnis akan merugikan bisnis tersebut kedepannya. Sebab hubungan baik didapat dari etika yang baik pula.

Etika perusahaan, etika bisnis, tetap dibutuhkan meski bisnis tersebut berusaha untuk meraih profit yang besar, jangan sampai kemudian hal tersebut dilakukan dengan langkah merugikan orang lain, perlunya kesadaran untuk menghormati kepentingan dan hak orang lain.

Etika bisnis berkaitan dengan nilai moral, nilai-nilai moralitas seperti persaingan sehat (fair play), kejujuran (honesty), keterbukaan (transparency), dan keadilan (justice), nilai-nilai moralitas tersebut berusaha untuk diterapkan dan sejalan dengan ajaran agama Islam.

Etika bisnis sangat penting bagi suatu usaha atau perusahaan untuk menjaga citra (image) maupun kepercayaan (trust) konsumen di masa depan. Bisnis yang mengabaikan etika bisa menyebabkan keburukan dan bahaya besar bagi konsumen maupun masyarakat.

Mencari keuntungan sebanyak-banyaknya bisa jadi dapat melanggar etika dan moral, hati nurani, dikarenakan mindset berupa tidak sudi mendapatkan kerugian, berdalih ingin menghindari risiko. Padahal bisnis yang paling baik bukan hanya bisnis yang menghasilkan keuntungan, tetapi bisnis yang baik secara moral.

Jika bisnis tersebut ingin bertahan untuk jangka waktu yang lama. Reputasi yang baik merupakan keuntungan untuk bersaing. Kemudian pengelolaan bisnis secara profesional, menjalankan bisnis sesuai dengan keahlian dan keterampilan, serta mempunyai komitmen pada moral yang tinggi, ketiganya merupakan hal yang perlu dilakukan.

Islam menganjurkan berbuat adil saat berbisnis, dan melarang berbuat kecurangan. Islam mengatur akad dalam bisnis agar tidak merugikan kedua belah pihak, terutama pembeli. Seperti halnya Ijab dan Qabul yang berarti penawaran dan penerimaan. Tujuan dari etika yaitu untuk mempertahankan pelanggan dan membina hubungan baik.

Perlunya pendidikan berwirausaha dengan tujuan mencegah kecurangan, keburukan. Dengan ilmu berwirausaha berbasiskan Islam. Maka pebisnis bisa menghindari hal-hal yang dilarang agama, termasuk menyelamatkan konsumen dari kerugian dan keburukan.

Kemudian perlunya perencanaan dalam membangun bisnis, agar mengurangi risiko yaitu dengan pelatihan berwirausaha. Etika bisnis Islam diperlukan sehingga dalam berbisnis akan membawa ajaran agama Islam, terutama kepribadian yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah, maupun pengimplementasiannya seperti kejujuran, kebenaran, kepercayaan, ketulusan dan persaudaraan.

Bisnis berperan penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Rasulullah SAW pernah berbisnis dalam jangka waktu yang lama. Dan beliau berbisnis dengan menerapkan aturan, kaidah dan batasan yang perlu diperhatikan dalam bisnisnya sesuai tuntunan agama Islam.

Membaca buku ini menambah wawasan dan pemahaman kita mengenai etika dalam berbisnis, dan menjadikan kita dapat melihat perspektif bisnis pada lingkup agama Islam. Perlunya etika bisnis ialah supaya bisnis dapat bertahan lama dengan reputasi yang baik sebagai acuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *